SEMARANG- PT PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY memperkirakan telah mengalami kerugian miliaran rupiah akibat kerusakan komponen bush protection di Gardu Induk Ungaran, kabupaten Semarang.
Atas kerusakan tersebut, listrik di Yogyakarta dan sebagian wilayah Jateng pada Selasa, 3 September padam sekira delapan jam.
Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan, Supriyono, mengatakan, padamnya listrik itu membuat PLN kehilangan potensi pendapatan.
"Potensi kehilangan pendapatan seiring lost daya tersebut ditaksir mencapai sekira Rp5-7 miliar," ujar Supriyono.
Menurutnya, PLN belum bisa memastikan penyebab rusaknya komponen Bush protection di GI Ungaran, kabupaten Semarang.
“Kami belum bisa menyimpulkan, apakah karena faktor usia atau gangguan lain. Ini sedang diteliti,” kata Supriyono.
Pihaknya mengaku telah melakukan pengecekan secara berkala terhadap peralatan listrik sebenarnya telah dan terus dilakukan PLN, namun jika menyangkut komponen transmisi PLN kesulitan untuk memastikan umur operasional atau tingkat keausannya.
"Kita selalu melakukan pengecekan dan perbaikan alat secara berkala, tapi memang kita tidak bisa memastikan tingkat keausannya," ujarnya
Supriyono menambahkan, PLN tidak dapat mengganti kerugian yang ditanggung pelanggan akibat padamnya listrik beberapa waktu lalu. Hal ini dikarenakan kompensasi hanya diberikan jika listrik padam lebih dari 3x24 jam.
“Pemberian kompensasi diberikan apabila terjadi gangguan selama 3x24 secara terus menerus,” paparnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)