WASHINGTON – Penembakan di markas militer Amerika Serikat (AS) mengejutkan banyak pihak. Kondisi keamanan fasilitas militer AS pun dipertanyakan.
Penembakan massal terjadi di markas Angkatan Laut AS, The Navy Yard. Pelaku penembakan, Aaron Alexis, dengan leluasa memasuki markas tersebut walaupun memiliki rekam jejak kriminal. Alexis memiliki akses karena bekerja sebagai kontraktor di sana.
“Sebelumnya, saya selalu merasa tempat ini aman,” ujar petugas militer AS yang bekerja di The Navy Yard, Tim Jirus, seperti dikutip Wall Street Journal, Selasa (17/9/2013).
“Tetapi jika Anda bertanya sekarang, saya akan memberi jawaban yang sebaliknya,” lanjut Jirus.
Tim audit dari Kementerian Pertahanan sebenarnya sudah memperingatkan kondisi keamanan di fasilitas militer AS. Laporan dari tim itu menyatakan, puluhan orang dengan rekam jejak kriminal dengan mudah keluar masuk fasilitas militer tahun lalu.
Alexis masuk dalam catatan polisi setelah menembakkan senjata di rumahnya pada 2010. Dalam pemeriksaan, dia terungkap memiliki trauma karena turut menyaksikan dan berupaya menjadi penyelamat dalam serangan menara kembar WTC.