WASHINGTON – Pihak keamanan ternyata sudah mendapat peringatan tentang kondisi kejiwaan penembak markas Angkatan Laut AS, Aaron Alexis. Kepolisian Negara Bagian Rhode Island memberi laporan bahwa Alexis mengaku mendengar suara-suara yang tidak jelas asalnya.
Pengakuan Alexis dibuat saat dia berlibur ke Rhode Island sebulan sebelum melakukan penembakan. Selain mendengar suara, dia juga merasa diikuti orang.
“Mengetahui dia bekerja di markas Angkatan Laut AS, saya langsung mengirim peringatan kepada pihak keamanan setempat,” ujar seorang polisi Rhode Island yang tidak disebut namanya, seperti dikutip Reuters, Rabu (18/9/2013).
Alexis membunuh 12 orang dan melukai 14 lainnya dalam penembakan pada Senin, 16 September. Alexis kemudian juga tewas di tangan petugas keamanan.
Militer AS mengaku Alexis dapat leluasa keluar masuk markas Angkatan Laut karena bekerja sebagai kontraktor di sana. Mereka berjanji akan memperketat keamanan di fasilitas militer AS.
Aksi Alexis mengejutkan Pemerintah AS. Presiden Barack Obama mengutuk penembakan dan menyebut Alexis sebagai seorang pengecut.
Gangguan jiwa yang dialami Alexis berawal ketika dia menyaksikan serangan menara kembar WTC secara langsung pada 2001. Sejak saat itu, sikap Alexis berubah menjadi keras dan mudah marah.(why)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.