Penembak Markas Militer AS Tidak Bekerja Sendirian?

Wahyu Dwi Anggoro, Jurnalis
Selasa 17 September 2013 14:29 WIB
Aaron Alexis (Foto: FBI)
Share :

WASHINGTON – Pihak kepolisian terus menyelidiki aksi penembakan di markas militer Amerika Serikat (AS). Petugas sempat menduga pelaku penembakan lebih dari satu orang.
 
Seperti diketahui, pria bernama Aaron Alexis membunuh 12 orang di markas Angkatan Laut AS, The Navy Yard, di Kota Washington. Alexis kemudian juga terbunuh oleh petugas.
 
 “Kami terus menyelidiki kemungkinan adanya penembak lain. Namun, kami hingga kini tidak menemukan bukti bahwa ada penembak lain dalam peristiwa tersebut,” ujar Wali Kota Washington Vincent Gray, seperti dikutip TVNZ, Selasa (17/9/2013).
 
Peristiwa penembakan ini cukup mengejutkan warga AS. Pasalnya, penembakan terjadi di markas militer yang seharusnya dijaga ketat. Petugas menyebut Alexis bisa leluasa memasuki The Navy Yard karena bekerja sebagai kontraktor di sana.
 
Presiden AS Barack Obama langsung mengutuk keras insiden penembakan. Dia meminta Gedung Putih dan kantor pemerintahan lainnya untuk mengibarkan bendera setengah tiang.
 
“Kita kembali menghadapi penembakan massal dan kini terjadi di jantung AS di Kota Washington. Para korban adalah patriot yang bekerja untuk melindungi negara kita. Mereka tidak berpikir akan diserang oleh rakyatnya sendiri di kantornya. Si pembunuh adalah seorang pengecut,” tegas Obama.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya