PATI - Sepasang suami istri, Sunardi dan Winarti, warga Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terpaksa tinggal di tenda beralaskan tikar setelah rumahnya digusur untuk proyek rumah susun.
Keinginan pasutri itu bersama dua anaknya menempati rumah baru setelah rumahnya digusur, pupus di tengah jalan. Janji pemerintah untuk memberikan uang pengganti saat digusur, hingga saat ini tidak terbukti.
Hampir satu bulan, keluarga miskin itu harus tinggal di bawah tenda darurat yang didirikan di bekas lokasi rumahnya semula. Semua aktivitas dilakukan di tenda karena mereka tidak memiliki rumah lain.
Selain untuk tidur, memasak, hingga belajar dua anak mereka juga dilakukan di dalam tenda. Sementara untuk mandi dan keperluan rumah tangga lainnya, terpaksa ikut ke tetangga di sekitar proyek rusunawa.
Menurut Sunardi, dia bersama keluarganya sudah tinggal di tempat itu sejak 30 tahun lalu bersama orangtuanya. Setelah berkeluarga, orangtuanya mewariskan tempat tersebut beserta rumahnya kepadanya.
“25 hari yang lalu diminta pindah oleh Dinas Pekerjaan Umum dan dijanjikan akan diberikan uang pengganti,” kata Sunardi, Kamis (3/10/2013).
Dia bertekat akan tetap tinggal di tempat tersebut hingga uang pengganti yang dijanjikan dipenuhi. Dia juga sudah bosan mengadukan nasibnya ke berbagai pihak namun tidak ada tanggapan. Untuk menunjukkan rasa kesalnya, dia memasang sejumlah poster di sekitar tenda rumahnya.