4 Kali Gagal Kuras Uang ATM, Putera Diancam Pasal Pencurian

Nugroho Setyabudi, Jurnalis
Rabu 16 Oktober 2013 19:45 WIB
Tim Inafis olah TKP di gerai ATM Bukopin (Foto: Nugroho/Okezone)
Share :

SEMARANG - Pelaku pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kota Semarang, Jawa Tengah, mengaku empat kali beraksi. Meski demikian, pelaku tidak pernah berhasil menguras uang dari mesin ATM tersebut.

Putera Wicaksono (24), warga Jalan Pandana Merdeka, Blok 4 Nomor 5, Kecamatan Ngalian, ditangkap Unit Resmob Polrestabes Semarang, beberapa jam setelah beraksi. Pelaku mengaku telah membobol mesin ATM tiga kali sebelum aksi terakhirnya di ATM Bank Bukopin Jalan Abdulrahman Saleh, dini hari tadi.

Dua lokasi sebelumnya adalah ATM BII di Swalayan Aneka Jaya Ngaliyan pada  7 Oktober dan ATM BNI Puskopad Abdurahman Saleh pada 12 Oktober. Sedangkan ATM Bukopin di Jalan Abdurahman Saleh, dibobolnya sebanyak dua kali, yakni pada 3 Oktober dan dini hari tadi sebelum ditangkap polisi.

"Saya tidak menentukan mana saja yang harus saya bobol. Saya pilih secara acak dan saya hanya berada di lokasinya selama sekitar 10 sampai 15 menit saja," ujar Putera.

Peralatan yang dibawanya untuk beraksi adalah alat pertukangan yang jamak digunakan orang. Linggis adalah alat yang paling sering digunakannya dalam setiap aksinya. Linggis digunakannya untuk merusak pintu brankas mesin ATM.

"Saya rusak pintu mesinnya dan saya buka, tapi selama ini saya selalu gagal mendapatkan hasil," sesalnya.

Memotong kabel CCTV dan menutupi kamera di mesin ATM selalu dilakukan untuk meninggalkan jejak. Putera juga selalu mengenakan penutup muka dan kaca mata hitam setiap beraksi.

"Kadang CCTV saya semprot pakai cat semprot," jawabnya singkat saat ditanya bagaimana cara menutupi CCTV.

Atas perbuatannya, Putera Wicaksono diancam pasal tentang pencurian meski selalu gagal menguras uang dari setiap aksinya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya