KENDAL - Ular dianggap hewan berbahaya bagi manusia. Padahal, bila dirawat, hewan melata itu bisa jinak dan menjadi teman manusia.
Untuk memperkenalkan ular, pecinta reptil di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Bahurekso Reptil Kendal, mengajak anak-anak bercengkrama dan bermain dengan ular.
Ketua Bahurekso Reptil Kendal, Pri Mustika, mengatakan, memperkenlakan reptil, khususnya ular, perlu dilakukan pada usia dini. Pola pikir anak-anak harus dibentuk bahwa tidak semua hewan membahayakan.
Awalnya, anak-anak geli dan takut memegang ular piton jenis kembang. Namun setelah diberi penjelasan bahwa ular tersebut tidak berbahaya dila diperlakukan dengan baik, anak-anak pun berani menyentuhnya. Kelamaan, tidak hanya menyentuh, mereka berani melilitkan ular sepanjang dua meter tersebut di tubuh.
Hewan reptil koleksi Bahurekso Reptil Kendal tidak hanya ular, namun ada kadal, kura-kura, dan buaya.
Meski jinak, kata Pri, naluri sebagai hewan liar tetap ada. Terbukti ada buaya berusia lima bulan yang kabur saat hendak dibersihkan. Meski demikian, dengan kelihaian pada anggota komunitas, ular tersebut kembali lagi.
(Dian AF)