JAKARTA - Bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa sebagaimana diungkapkan dalam salah satu butir Sumpah Pemuda. Dengan demikian, bahasa Indonesia berperan sangat penting dalam memperkukuh bangsa Indonesia dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesa (NKRI).
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof. Dr. Mahsun M.S. mengatakan, kongres bahasa Indonesia kali ini menjadi sejarah serta yang paling menarik. Apa pasal? Karena kongres ini membahas kembali pengukuhan bahasa Indonesia.
"Yang paling menarik Indonesia dibangun atas bahasa, yaitu ada 41 bidang ilmu bahasa Indonesia, merupakan penutur," ujarnya, saat Kongres Bahasa Indonesia X di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (28/10/2013).
Sementara bahasa Melayu, tambah dia, ada dihampir di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga perwakilan bahasa Melayu juga sebagai bahasa Indonesia.
"Ada 594 bahasa lokal, 90 ribu kata dalam kamus bahasa, dan 240 ribu istilah. Ini menjadikan bangsa Indonesia, yaitu bahasa Indonesia sebagai ilmu pengetahuan," ucapnya.
Sekadar informasi, Kongres I Bahasa Indonesia diselenggarakan 10 tahun setelah peristiwa Kongres Pemuda II pada 1938 di Solo. Selanjutnya, berturut-turut diselenggarakan Kongres II Bahasa Indonesia pada 1954 di Medan.
"Kongres III Bahasa Indonesia pada 1978 di Jakarta dan sejak saat itu dalam waktu lima kurun waktu berturut-berturut di Jakarta hingga saat ini," tutupnya.