Daerah Irigasi Bajo Tingkatkan Produksi Pangan Petani

, Jurnalis
Sabtu 09 November 2013 11:59 WIB
Bendungan Bajo (Kementerian PU)
Share :

Daerah Irigasi Bajo, terletak di Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu kira-kira 340 km dari Kota Makassar ke arah utara Provinsi Sulawesi Selatan. Awalnya Bendung Bajo hanya dibangun dengan bronjong di tahun 1977 bersama dengan jaringan irigasi semi teknis yang selalu mengalami kerusakan setiap tahun sehingga ketersediaan air tidak mencukupi. Akibatnya intensitas tanam pun menjadi menurun.

Menyadari hal itu, untuk menjamin ketersediaan air dan fungsi jaringan irigasi maka Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, pada tahun 2010 melakukan pembangunan kembali atau rehabilitasi Bendung Bajo melalui Program DISMP-II atau Decentralized Irrigation System Improvement Project II.

Dalam program tersebut, dilakukan pembangunan bendung baru dan rehabilitasi jaringan seluas 3.194 hektar serta pengembangan areal seluas 2634 hektar.

Teknis pelaksanaan bendung sendiri berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan dan Jeneberang Kementerian Pekerjaan Umum. Luas areal potensial Daerah Irigasi Bajo adalah 5.828 hektar terdiri dari areal sawah existing seluas 3,191 hektar are dan sawah tadah hujan 2.634 hektar  serta areal tambak seluas 1.100 hektar.

Teknis pengerjaan pembangunan Daerah Irigasi Bajo dilakukan selama 30 bulan dan telah selesai tahun ini. Bendung bertipe tetap ini mempunyai panjang saluran induk 4.530.00 meter dan panjang saluran sekunder 64.220,00 meter.

Kegiatan pelaksanaan megaproyek Daerah Irigasi Bajo sendiri terbagi dalam dua komponen utama yakni hard component yang meliputi pembangunan bendung baru dan rehabilitasi saluran induk atau rehabilitasi saluran sekunder dan pengembangan saluran sekunder beserta bangunannya. Sementara soft component meliputi pemberdayaan p3a dan penguatan kelembagaan O&P pengelolaan air di tingkat usaha tani dan kegiatan pertanian serta pengelolaan aset dan O&P.

Rehabilitasi Daerah Irigasi Bajo berdayaguna untuk meningkatkan fasilitas dan fungsi bendung serta jaringan irigasi dalam menjamin ketersediaan air dari segi kontinuitas maupun kualitas guna meningkatkan intensitas tanam dari 153 % menjadi 200 % dengan pola tanam padi sehingga dapat meningkatkan taraf hidup petani. Selain itu Bajo dapat menjadi lumbung pangan Sulawesi Selatan. (adv)

(Ahmad Dani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya