JAKARTA - Tabrakan maut antara kereta rel listrik (KRL) dan truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di perlintasan kereta di Pondok Betung, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tak membuat para penerobos palang pintu jera.
Nyatanya, masih ada saja pengendara yang membandel masuk jalur setelah palang perlintasan kereta tertutup. Pantauan Okezone di lokasi, sebelum pintu palang kereta menutup sempurna, banyak kendaraan yang memaksa masuk dan menerobos perlintasan. Bahkan, meskipun sudah tertutup sempurna, tidak sedikit juga kendaraan roda dua yang mengantre setelah batas pintu palang kereta.
Hal itu pula yang dikeluhkan Samuri, warga yang diperbantukan untuk mengatur lalu lintas di perlintasan kereta Pondok Betung. Kepada Okezone, Samuri mengeluh sulitnya mengatur lalu lintas di tempat ini. Kadang warga justru lebih galak ketika ditegur dilarang melintas saat palang pintu kereta api menutup.
"Kadang galakan orang daripada kita. Saya capek mas teriak-teriak. Warga kita susah buat disiplin. Kalau celaka kan mereka juga yang rasakan," ujar Samuri di Jakarta, Rabu (11/12/2013).
Samuri memang diperintahkan pihak kepolisian untuk mengatur lalu lintas di wilayah tersebut. Dia juga diberikan atribut kepolisian seadanya, seperti seragam, namun tanpa pangkat. "Mas lihat sendiri, masyarakat kita yang susah dibilangin. Pintu kereta sudah ketutup saja masih diterobos," ucapnya.
Saat kecelakaan kemarin, dia memang tidak berada di lokasi. Saat itu Samuri tengah apel di Mapolsek Pesanggrahan. Dia hanya tahu kabar kecelakaan tersebut dari rekannya dan kemudian ikut membantu mengatur lalu lintas.
"Saya tinggal kemarin itu jam 09.00 WIB. Itu situasi lagi lancar. Nah, pas jam 13.00 WIB saya dapat kabar kecelakaan, terus saya kemari untuk mengatur lalu lintas," ujarnya.
Untuk diketahui, kecelakaan yang terjadi pada Senin siang melibatkan KRL dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM). Diketahui, truk tangki tersebut berada di perlintasan kereta setelah palang pintu tertutup.
Kecelakaan ini mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan 86 lainnya luka-luka, yang kebanyakan akibat luka bakar. Korban yang meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sedangkan untuk korban luka disebar di sejumlah rumah sakit, di antaranya, RS Suyoto, RS Pusat Pertamina, dan RS Fatmawati.
(Muhammad Saifullah )