Sektarian Muslim Dibunuh di Afrika Tengah

Fajar Nugraha, Jurnalis
Kamis 12 Desember 2013 14:47 WIB
Foto: Orange
Share :

BANGUI - Krisis kekerasan sektarian di Afrika Tengah ternyata berlangsung lebih parah. Kelompok warga Muslim menjadi korban pembantaian dari warga mayoritas di negara tersebut.

Seorang ayah dari prajurit Prancis yang tewas ketika ditugaskan ke negara itu memberikan pengakuan dari anaknya, yang melihat sendiri kejadian pembantaian terhadap milisi Muslim. Sang anak menceritakan pembantaian melalui SMS yang dikirimkan kepadanya.

Philipee Vokaer mengingat kembali SMS dari anaknya, Nicolas. Prajurit berusia 23 tahun itu adalah satu dari dua pasukan Prancis yang tewas ketika melakukan patroli di Bangui, Afrika Tengah.

"Kami saling mengirim SMS pada saat sebelum kematiannya. Dia (Nicolas) menyaksikan langsung insiden pembantaian yang terjadi," ujar Vokaer, seperti dikutip AFP, Kamis (12/12/2013).

"Sesaat setelah pasukan Prancis melucuti senjata milisi Muslim, dirinya (Nicolas) melihat langsung bagaimana warga membantai kelompok Muslim itu," lanjut Vokaer.

Kelompok pekerja kemanusiaan yang berada di Afrika Tengah mengkhawatirkan terjadinya penyiksaan terhadap warga Muslim yang menjadi minoritas di negara tersebut.

Sementara Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian mengakui bahwa misi Prancis untuk membuat stabil wilayah bekas koloninya dihadapkan pada banyak masalah. Operasi Prancis yang berlangsung di Afrika Tengah jadi lebih sulit dibandingkan dengan operasi di Mali.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya