Gunakan Cadar dan Masker, Keluarga Dayat Cs Salah Tingkah di RS Polri

Isnaini, Jurnalis
Jum'at 03 Januari 2014 15:42 WIB
Keluarga dayat di RS Polri (Foto: Isnaini/Okezone)
Share :

JAKARTA - Rombongan warga yang mengaku anggota keluarga enam teroris, kembali mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2014).

Rombongan yang terdiri dari tujuh laki-laki dan lima wanita, kembali memberikan sample DNA pembanding sebagai bagian dari proses identifikasi.

Pantauan di lokasi, dua wanita menggunakan cadar hitam yakni Muzdalifah, wanita yang mengaku ibu angkat para teroris dan seorang wanita berusia lanjut. Tiga lainnya, memilih menggunakan masker untuk menutupi wajahnya. Sedang, tujuh laki-laki berpakaian khas dengan celana menggantung dan berjenggot terlihat sibuk mengawal para wanita dari cecaran pertanyaan awak media.

Tak banyak komentar dari rombongan tersebut. Dari awal kedatangan sampai hendak meninggalkan RS Polri, rombongan tersebut selalu berjalan cepat, menunduk, memisahkan diri dari kepungan awak media, bahkan hingga salah tingkah kebingungan mencari kendaraan mereka yang terparkir.

Hanya Muzdalifah saja yang bersedia membuka mulut. "Tes DNA nya sudah, hasilnya belum keluar," kata Musdalifah di RS Polri, Jakarta Timur Jumat (3/1/2014).

Dalam rombongan tersebut, tampak seorang bayi laki-laki mungil berkulit putih yang digendong oleh wanita berjilbab panjang dan bermasker. Sesekali bayi itu menyembunyikan wajahnya dibalik kerudung panjang berwarna krem milik wanita yang menggendongnya.

Sedangkan, wanita berkacamata yang tampak selalu menghindar saat ditanya itu tak berkomentar. Wanita itu 'dikawal' tiga laki-laki berbadan besar berjenggot.

"Kami sedang berduka, tolong ya," ujar salah seorang pria pengawal wanita.

Sampai saat ini keenam terduga teroris, yaitu Daeng alias Dayat alias Hidayat, Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh alias Sabar, Hendi, dan Edo alias Amril, masih diidentifikasi di RS Polri.

Sebelumnya keluarga dari enam terduga teroris juga menolak proses identifikasi oleh DVI Mabes Polri. Mereka berharap keenam jenazah tersebut segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Penolakan otopsi dan identifikasi disebabkan keluarga telah menerima dan mengetahui mengenai penyebab kematian korban.

Berdasarkan syariat Islam, kata Muzdalifah, yang mengaku sebagai teman pengajian korban, jenazah harus segera dimakamkan. Rencananya, keenam jenazah akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, setelah serah terima dari kepolisian kepada pihak keluarga.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya