KIEV - Negara-negara Barat akan mengisolasi Rusia atas agresinya terhadap Ukraina. Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) John Kerry memperingatkan dengan tegas.
Dampak tersebut dapat mencakup sanksi keuangan, larangan visa, serta memboikot pembicaraan G8 di mana Rusia sebagai tuan rumah meskipun kemungkinan tidak ada respons militer.
Melansir Metro, Senin (3/3/2014), AS ingin Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghormati proses demokrasi, di mana orang-orang Ukraina menggulingkan presiden pro-Rusia dan membentuk pemerintahan baru.
Kerry mengatakan ia telah berbicara dengan menteri luar negeri dari semua negara-negara G8 serta menegaskan bahwa mereka siap untuk mengisolasi Rusia.
Namun demikian, dia tidak mengancam untuk memulai perang, dengan mengatakan, "Hal terakhir yang orang inginkan adalah opsi militer. Kami ingin resolusi damai melalui proses normal hubungan internasional," tutur Kerry.
"Kami tidak mencoba untuk membuat ini sebagai Perang Dingin," tambah Kerry.
Minggu, 2 Maret 2014 malam, Inggris dan Prancis menunjukkan bahwa mereka bisa menarik diri keluar dari pertemuan puncak G8 yang berlangsung di Sochi, pada Juni 2014.
Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron memperingatkan Putin bahwa dunia tengah memperhatikan setelah Moskow memberi lampu hijau untuk mengirim lebih banyak pasukan ke Ukraina. Ini adalah langkah yang mendorong PM Ukraina Arseniy Yatsenyuk untuk menempatkan militer siaga penuh.
Kanselir Jerman Angela Merkel juga berbicara kepada Putin untuk mengekspresikan kekhawatirannya tentang tindakannya. Putin menyatakan bahwa gejolak di Ukraina menimbulkan ancaman bagi warga Rusia yang tinggal di sana dan Moskow memiliki hak untuk melindungi mereka.