KIEV - Menteri luar negeri dari seluruh dunia gagal mencapai kesepakatan dalam mengakhiri krisis Ukraina. Tetapi satu hal yang mereka sepakati, krisis yang terjadi tidak akan diakhiri dengan perang.
"Seluruh pihak sepakat untuk mengatasi masalah ini dengan jalan dialog," ujar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry, seperti dikutip CNN, Kamis (6/3/2014).
Sebelumnya pertemuan dilakukan oleh menlu dari AS, Inggris, Prancis, Jerman, Ukraina, serta Rusia. Kerry menyebut pertemuan tersebut sebagai negosiasi awal dan disebut berjalan sangat konstruktif.
"Mencari kesepakatan akan sulit. Tetapi saya memilih melakukan hal ini (negosiasi) dibandingkan melihat kejadian sebelumnya (intervensi militer Rusia di Ukraina)," imbuh Kerry.
Sementara Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius merasa optimistis atas perkembangan yang berlangsung dalam negosiasi. Menurut Fabius, seluruh pihak yang melakukan pertemuan akan melanjutkan pembicaraan.
Meski gagal meraih kesepakatan, Kementerian Luar Negeri Rusia melontarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mencapai kata sepakat dengan AS, mengenai implementasi transisi kekuasaan di Ukraina. Tetapi Kerry tidak menyebutkan hal tersebut dalam pidatonya.
Pembicaraan intensif dari diplomat dunia ini berlangsung setelah ketegangan meningkat di Semenanjung Crimea, Ukraina. Pejabat Ukraina dan negara Barat menuduh Rusia mengirim ribuan pasukannya dalam sepekan terakhir.
Namun Rusia membantah tuduhan dari Ukraian tersebut. Rusia berdalih mereka memiliki hak untuk menggunakan kekuatan militer untuk melindungi etnis Rusia yang berada di Crimea.
(Fajar Nugraha)