KUALA LUMPUR - Pihak berwenang Malaysia tengah berupaya meminta izin diplomatik guna menyelidiki teori bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 terbang di wilayah Afghanistan dan Pakistan. Wilayah tersebut dikenal sebagai wilayah kekuasaan Taliban.
Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengumumkan bahwa pihaknya meyakini bahwa pesawat Malaysia Airlines berputar arah dengan disengaja. Selain itu, pesawat diyakini terbang rendah untuk menghindari radar penerbangan sipil. Demikian diberitakan AKI Press, Senin (17/3/2014).
Proses pencarian pun dilakukan di dua wilayah koridor baru dimulai Kazakhstan, hingga ke Samudera India. Pencarian pun dilakukan dengan bantuan dari 25 negara, yang meliputi pencarian di laut, darat, dan udara.
Informasi terbaru menyebutkan pesawat jenis Boeing 777-200ER turun di ketinggian 5.000 kaki atau mungkin lebih rendah untuk menghindari radar setelah berbalik dari rute Kuala Lumpur-Beijing pada 8 Maret lalu.
Penyidik meneliti profil penerbangan MH370 untuk menentukan apakah pesawat itu telah terbang rendah dan menggunakan "penyembunyian lokasi" selama rentang delapan jam hilang dari radar yang kemungkinan berada di tiga negara.
Sebelumnya tim teknis yang terjun langsung dari pagi sampai larut malam, sedang melihat kemungkinan bahwa pesawat yang membawa 239 orang ini telah mengambil keuntungan dari saluran udara yang sibuk di Teluk Bengal.
Ini yang menyebabkan Pemerintah Malaysia mencari izin diplomatik untuk menyelidiki kemungkinan pesawat melintasi perbatasan Afghanistan-Pakistan. Wilayah yang mereka ingin periksa tersebut diketahui sebagai wilayah basis pertahanan Taliban.
Namun tidak diketahui apakah ada kaitan kelompok tersebut dengan dugaan bahwa Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Beijing ini dibajak. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sebelumnya sudah membantah bahwa penerbangan tersebut dibajak pihak tidak dikenal.
(Fajar Nugraha)