Pesawat MH370 & Misteri Adam Air di Laut Majene

TB Ardi Januar, Jurnalis
Rabu 19 Maret 2014 00:46 WIB
Reuters
Share :

JAKARTA – Sepekan terakhir, publik dihebohkan dengan berita hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 yang terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China. Pesawat berjenis Boeing 777-200 ER yang mengangkut 239 jiwa (227 penumpang, 12 kru), tiba-tiba hilang dari radar pada Sabtu 8 Maret 2014 pukul 01.30 waktu Malaysia.  
 
Hingga kini, sejumlah personel angkatan dari berbagai negara diterjunkan untuk mencari keberadaan pesawat yang di dalamnya terdapat tujuh Warga Negara Indonesia ini. Di antaranya melibatkan persolen angkatan dari Malaysia, Vietnam, Republik Rakyat China, Thailand, Singapura, Indonesia, Filipina, Australia, hingga Amerika Serikat.
 
Selain menambah catatan kelam dunia penerbangan, peristiwa ini juga kembali mengingatkan kita atas tragedi hilangnya pesawat Adam Air di perairan Majene, Sulawesi Barat.
 
Kala itu, baru saja masyarakat menyambut pergantian tahun tepatnya 1 Januari 2007. Secara mengejutkan, masyarakat dikagetkan dengan pemberitaan hilangnya pesawat Adam Air KI 574 jurusan Jakarta-Manado yang transit di Surabaya.
 
Berdasarkan data yang dihimpun Okezone, kronologi hilangnya pesawat ini bermula saat pesawat berpenumpang 96 penumpang ini lepas landas pada pukul 12.55 WIB dari Bandara Juanda Surabaya dan seharusnya pesawat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado sekira pukul 16.14 Wita. Namun, pada pukul 14.53 Wita saat pesawat terbang di atas ketinggian 35.000 kaki dan melintasi perairan Majene atau 85 mil laut barat laut Kota Makassar, pesawat tiba-tiba hilang kontak.
 
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada 25 Maret 2008 akhirnya mengumumkan bahwa pilot yang dikemudikan Kapten Refri Agustian Widodo dan co-pilot Yoga Susanto menghadapi problem navigasi yakni sistem panduan navigasi. Ketika di ketinggian 35.000 kaki, mereka memutuskan IRS Mode selector unit nomor 2 (kanan) ke posisi mode ATT (attitude) yang mengakibatkan auto pilot jadi mati. Akibatnya, pesawat secara perlahan berbelok (roll) ke kanan hingga terdengar peringatan sistem arah pesawat (bank angle) karena miring ke kanan hingga melewati 35 derajat.
 
Menurut Dirjen Perhubungan Udara, Departemen Perhubungan, Budhi Muliawan Suyitno, situasi pesawat bergetar hebat sehingga struktur kendali pesawat rusak. Pesawat ini kemudian menghantam air dengan badan pesawat yang telah hancur dan terbelah akibat kecepatan tinggi dan gaya gravitasi yang melebihi batas kemampuan badan pesawat.
 
Sekitar awal Agustus 2008, beredar sebuah rekaman yang disinyalir percakapan dalam kokpit Penerbangan 574. Namun keaslian rekaman ini kemudian dibantah KNKT.
 
Tujuh tahun sudah peristiwa ini terjadi. Jangankan kondisi para penumpang, bangkai pesawat pun belum pernah ditemukan. Peristiwa Adam Air di perairan Majene masih menjadi misteri.
 
Kembali kepada hilangnya pesawat MH370, saat ini upaya pencarian maksimal masih dilakukan banyak pihak. Beragam spekulasi bermunculan, mulai dari pembajakan pesawat hingga upaya bunuh diri yang dilakukan pilot. Semoga keberadaan pesawat itu segera diketahui dalam waktu dekat.
 

(TB Ardi Januar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya