JAKARTA - Banyaknya kampus swasta yang dinegerikan ternyata hanya terjadi di Indonesia saja. Sistem ini belum diterapkan di negara-negara lain. Praktisi Pendidikan, Prof. Dr. Soedijarto, MA pun mengamini hal tersebut.
"Dulu Universitas Sriwijaya juga swasta dan menjadi negeri karena pemerintah butuh kampus negeri. Sehingga tidak perlu membangun kampus negeri yang baru," ujarnya saat dihubungi Okezone, belum lama ini.
Namun demikian, tambah dia, kampus swasta yang bagus tidak perlu dijadikan negeri. Alasan pemerintah untuk menegerikan kampus swasta karena perlu punya tambahan perguruan tinggi negeri (PTN).
"Kualitasnya, dosen minimal mempunyai gelar S-2, lebih bagus lagi jika dosen-dosen yang lainnya gelar S-3 atau doktor," ucap pria yang mengajar di Program Doktor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.
Dia pun mengkritisi, di abad 21 ini, pemerintah seharusnya tidak hanya mendirikan PTN. Seharusnya pemerintah juga membiayai mahasiswa berkuliah di PTN.
"PTN yang ada saja belum sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah, kenapa sekarang menambah PTN?" tanyanya singkat.
Pria jebolan California University itu mengakui bahwa 70 persen mahasiswa kampus negeri di Amerika Serikat (AS) dibiayai oleh pemerintah. Uang yang "disetorkan" dari mahasiswanya pun hanya 14 persen.
"Di seluruh dunia kampus negeri dibiayai oleh pemerintah, sedangkan di sini tidak menyumbangkan uangnya," tutup Mantan Dirjen Pendidikan Luar Sekolah itu.