Jelang Ramadan, Warga Mulai Ziarah Kubur

Bramantyo, Jurnalis
Kamis 12 Juni 2014 17:06 WIB
Ilustrasi ziarah kubur
Share :

SOLO - Jelang Ramadan, sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) mulai ramai dikunjungi warga yang berziarah.

Pantauan Okezone, di TPU Bonoloyo, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, warga terus berdatangan, Kamis (12/6/2014).

Momen ini pun dimanfaatkan warga sekitar untuk mengais rezeki dari para penziarah yang berdatangan. Profesi baru pun bermunculan, ada yang sebagai tukang sapu makam, tukang doa, dan ada pula yang mengais rezeki sebagai pengemis.

Mereka dengan sigap langsung membersihkan area makam. Meskipun sebetulnya di makam terbesar di Kota Solo ini sudah ada warga yang setiap harinya berprofesi sebagai penyapu.

Nanang, salah seorang penziarah, justeru mengeluhkan kehadiran mereka. Para pengais rezeki ini dinilainya sangat mengganggu konsentrasi saat berdoa.

"Bayangkan saja, mereka bergerombol di sekitar kita. Padahal kita butuh ketenangan untuk berdoa," jelasnya sedikit kesal.

Kadang mereka mengejar sebelum diberi uang. Untuk mengantisipasi Hal tersebut, Nanang sudah menukarkan uang receh dan dibagi beberapa bungkus koin.

"Jadi nanti tinggal kasihkan mereka suruh bagi rata. Soalnya kalau dikasih uang kertas, mereka suka berebut susah baginya," ujarnya berbagi tips.

Tidak jauh berbeda dengan pasangan suami istri, Susanto (45). Warga Bintaro itu mengaku datang ke TPU Bonoloyo untuk berziarah ke makam orangtuanya.

"Kami satu rombongan ke sini, mau berdoa ke makam orangtua. Ini bulan ruwah, sebentar lagi puasa soalnya," katanya.

Sementara itu, Paryanto (55) Petugas kebersihan TPU Bonoloyo menuturkan, menjelang puasa warga sekitar memang ramai berziarah. "Satu bulan sebelum puasa sudah ramai, tapi puncaknya 3 hari sebelum puasa," tuturnya.

Dalam kalender atau penanggalan Jawa, bulan Syaban ini dikenal dengan nama  bulan Ruwah. Masyarakat Jawa menyambut datangnya Ruwah dengan acara Sadranan (Nyadran).

Sadran sendirii Merupakan tradisi tahunan berziarah kubur untuk menyambut datangnya Ramadan. Biasanya Sadranan dilakukan hari-hari terakhir bulan Syaban atau Ruwah menurut kalender Jawa.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya