SEMARANG - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Provinsi Jawa Tengah menyatakan hampir seluruh waduk dan badan sungai di Jawa Tengah mengalami angka pendangkalan yang tinggi.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pun diminta untuk memperhatikan masalah pendangkalan waduk dan badan sungai tersebut.
"Di Waduh Gajah Mungkur, sediman tahunan yang mengendap di waduk sebesar 3.250.754.59 meter kubik. Sedimen Segara Anakan 750 ribu kubik per tahun," kata anggota Fraksi PKS, Listyo Nugroho, dalam pemandangan umum DPRD Provinsi Jawa Tengah, Semarang Kamis (19/6/2014).
Ini dikatakan Nugroho menanggapi rancangan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah tentang pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Menurut Nugroho, Pemerintah Provinsi harus memperhatikan gaya hidup masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau waduk.
"Forum komunikasi masyarakat di DAS menjadi salah satu alternatif kebijakan. Belajar dari Provinsi Banten yang mampu memfungsikan secara efektif di Sungai Cisadanu, Serang," ujar Nugroho menambahkan.
Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya mengamini ihwal pendangkalan waduk dan sungai di Jawa Tengah. Menurut anggota Fraksi Gerindra, Mochammad Wasiman, sungai sudah tidak mampu menampung debit air yang cukup banyak di musim hujan.
"Terjadinya sedimentasi tidak lain karena rusaknya sabuk hijau di hulu, faktor rendahnya ekonomi masyarakat sehingga mereka menebang pohon, serta rendahnya pemahaman mereka menjaga lingkungan," tuturnya.
Wasiman menilai, sungai-sungai di Jawa Tengah hanya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat bagian hilir. "Karena itu perlu dibuat konsep pemberian kompensasi dan balas jasa untuk masyarakat bagian hulu, sehingga mereka termotivasi dalam menjaga lingkungan dan tidak lagi menebang pohon," ungkap Wasiman memberi solusi.
(Kemas Irawan Nurrachman)