JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suryadharma Ali (SDA), enggan menanggapi serius perihal wacana percepatan Muktamar di Partai berlambang Kakbah tersebut.
Muktamar yang disebut-sebut akan membahas kinerja dirinya sebagai Ketua Umum dinilai tidak efektif dan sia-sia.
"Kasihan mereka tak tau (aturannya). Jadi memang muktamar itu bisa dilaksanakan 2014, jadi tak usah diminta, tergantung kesiapan," katanya di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro Jakarta Pusat, Senin (18/8/2014) malam.
Menurutnya, desakan Muktamar dipercepat jika belum memiliki kesiapan finansial dan konsep hanya akan merugikan ketua umum yang baru, lantaran hanya akan menyelesaikan tugas-tugas ketua umum sebelumnya.
"Dari sisi aturan kita siap. Kalau muktamar luar biasa itu rugi, yang minta salah. Kalau muktamar luar biasa hanya melanjutkan sisa periode jabatan. Itu kan sebentar, anggarannya besar tapi masa periodenya sangat pendek," tutupnya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah politikus senior PPP yang tergabung dalan Forum Peduli PPP mengancam pendemisioneran para pengurus PPP. Pasalnya, kepemimpinan Suryadharma Ali Cs dinilai tidak efektif dalam menjalankan tugas sebagai pengurus partai.
(TB Ardi Januar)