YOGYAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung membuka Diskusi Panel Nasional bertajuk Prospek & Strategi Partai Golkar dalam Membangun Kekuatan Baru 2014-2019. Sebanyak 33 DPD tingkat I dan DPD tingkat II se-Indonesia menjadi peserta dalam diskusi itu di Hotel Inna Garuda Yogyakarta.
Akbar mempertegas sikap Partai Golkar selama 2014-2019 berada di luar pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Kita harus lebih menjaga soliditas dan kekompakan untuk berada di luar pemerintahan," kata Akbar Tanjung, Minggu (7/9/2014).
Terlebih, kata Akbar, pernyataan sikap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang ingin mengalahkan Partai Golkar di 2019 nanti harus disikapi dengan bijak oleh seluruh kader partai berlambang pohon beringin ini.
"Apa kita rela di kalahkan PKB 2019 nanti, sebagai partai yang sudah mapan, tentunya kita tidak ingin hal itu. Apalagi, 2014 kemarin kita pemenang kedua di pemilu legislatif secara nasional," kata Akbar. (Baca: Mimpi Cak Imin 2019 Kalahkan Golkar)
Sikap Muhaimin yang ingin mengalahkan Partai Golkar, kata Akbar, mendapat respons positif dari Presiden terpilih, Joko Widodo. Untuk itulah, berada di luar pemerintahan Jokowi-JK harus benar-benar diperkuat seluruh struktur kepengurusan dan simpatisan Golkar.
"Forum ini untuk menyerap aspirasi dari struktur partai di daerah. Saya ucapkan selamat mengikuti diskusi dengan baik," katanya.
Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman mengaku sikap kritis sebagai kekuataan penyeimbang pemerintahan Jokowi-JK harus memiliki satu pandangan, mulai dari struktur tingkat daerah hingga pusat. Diskusi ini juga mengupas proses pemilu 2014, baik pemilu legislatif dan pemilu Presiden lalu.
"Kita harus lebih baik dari tahun 2014 ini. Kejayaan Partai Golkar ada di struktur kelembagaan. Untuk itu, penguatan kelembagaan harus disatukan, jangan terpeceh belah antara daerah satu dengan yang lain, maupun dengan pusat," katanya.
(Muhammad Saifullah )