“Namun, kedua cucu saya bernama Aston dan Kendal membicarakan mengenai pembuatan tato kepada saya. Pertama saya bingung mau tato gambar apa. Namun, anak perempuan saya, Clare, menyarankan untuk membuat gambar tali pita karena apa yang sudah saya lalui,” lanjutnya.
Seorang ahli tato di Belly Bar memberikan ide lain. Ia mengatakan jika Brooks masih hidup di usia 100 tahun, maka bisa kembali untuk membuat tato lain di tempatnya.
“Saya rasa ahli tato di Belly Bar sedikit terkejut ketika saya datang. Namun, ketika kami sepakat dengan gambar apa yang akan dibuat, dia mulai bekerja dan saya sama sekali tidak merasa sakit,” ungkap Brooks.
“Kini perasaan saya sedikit campur aduk antara bangga dan malu. Saya pergi ke rumah sakit menjalani tes darah pekan ini. Saya cemas setelah saya memberikan tangan ke suster. Namun, suster tersebut hanya menertawakan tato yang ada di tangan saya,” sambungnya.
(Hendra Mujiraharja)