Menurut Agus, website tersebut sangat jelas memiliki tujuan komersil, dan bukan website resmi yang dimiliki Polri. Website tersebut terbukti mencatut logo Humas Polri untuk membuktikan seolah-olah situs tersebut seperti aslinya.
"Kita tidak bisa temukan alamat kontaknya. Email dan Facebook nya aja yang ada. Alamat kantor enggak ada," papar Agus.
Dia meminta masyarakat untuk tidak menanggapi situs tersebut. Pasalnya, situs resmi yang dimiliki Polri yakni penerimaan.polri.go.id tidak menyebutkan adanya syarat tes keperawanan dalam rangkaian tes kesehatan dalam penerimaan calon polisi.
"Masyarakat mohon jangan ditanggapi karena infonya menyesatkan. Polri juga tidak pernah secara khusus lakukan tes keperawanan," pungkasnya. (fmi)
(Dede Suryana)