"Tidak pernah ada istilah kita periksa keperawanan," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Pol Arthur Tampi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/11/2014).
Arthur menjelaskan setiap peserta yang mendaftar wajib menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan tersebut untuk memastikan peserta dapat mengikuti masa pendidikan.
"Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit menular yang diidap peserta," tutur Arthur.
Di dalam tes kesehatan, diakui Arthur, memang ada pemeriksaan organ reproduksi, baik bagi pria mau pun perempuan. Tujuannya untuk mengetahui apakah terdapat penyakit atau kelainan bawaan dalam organ reproduksi calon polisi.