Mantan PSK Dolly 'Layani' Peziarah Gunung Kemukus

Bramantyo, Jurnalis
Minggu 23 November 2014 14:10 WIB
Mantan PSK Dolly 'Layani' Peziarah Gunung Kemukus (Foto: Okezone/Bramantyo)
Share :

SRAGEN - Gunung Kemukus yang terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah kini tidak lagi menjadi tempat yang sepi. Kini lokasi itu menjadi tempat yang diburu oleh mereka yang mencari kekayaan atau sekedar membuang hasrat seksualnya.

Gunung kemukus yang dikelilingi hutan jati dan kondisi desa sepi dan terpencil kini berubah menjadi lokasi perkampungan yang sangat ramai dikunjungi masyarakat terutama dari luar daerah.

Banyaknya warung remang-remang di sekitar lokasi kini membuat Gunung Kemukus bukan hanya sebagai lokasi wisata ziarah namun sudah berkembang menjadi wisata kesenangan seksual. Sebab, warung-warung remang yang ada ternyata juga menyediakan kamar untuk melakukan hubungam intim usai menggelar acara ritual di makam Pangeran Samudra.

Warung makan dan minum yang terbuat dari papan kayu, dan menjadi sangat ramai pada waktu puncak kunjungan peziarah yakni pada Kamis malam Jum’at Pon dan Kamis malam Jum’at Kliwon. Pengunjungnya mencapai 10.000 yang berasal dari berbagai daerah di Jawa dan luar Jawa.

Surati, salah satu pemilik warung di belakang lokasi makam Pangeran Samudra, mengaku jika di lokasi itu menyediakan perempuan pekerja seks komersil (PSK) yang bisa diajak untuk melakukan ritual berhubungan badan namun bukan dengan pasangan resminya.

Sebab ada keyakinan pada sebagian masyarakat, jika berharap agar keinginanya berhasil harus mau melakukan hubungan intim bukan dengan pasangan resminya selama 7 kali dalam selapan (1 lapan = 35 hari dalam hitungan Jawa).

"Yen pingin nyuwune kasil (keinginnya terkabul) harus mau dengan orang lain (berhubungan badan)," terangnya.

Bahkan Sur juga menceritakan bahwa dulu dirinya juga "nglakoni" seperti itu. Saat itu pasangannya adalah seorang pria yang berasal dari Bandung Jawa Barat. Untuk itu Sur juga mendapatkan imbalan yang setimpal. Segala kebutuhannya dipenuhi.

Bahkan setelah dua tahun menjalani hubungan tersebut, akhirnya dia dinikahi secara siri selama empat tahun sebelum akhirnya suami sirinya meninggal dunia karena jatuh.

"Selama tujuh bulan, setiap sepasar (35 hari sekali) pasti kesini. Itu sudah wajibnya. Biar keingiannya terkabul seharusnya pasangannya tidak berganti lagi," terangnya.

Saat ini menurut Sur, justru hal tersebut banyak dimanfaatkan oleh laki-laki hidung belang untuk melampiaskan hasratnya. Meski mereka tidak melakukan ritual ngalab berkah namun, kedatangan mereka ke sana hanya sekedar memuaskan nafsunya saja.

Suryati juga menjelaskan PSK yang datang dari luar komplek Gunung Kemukus juga banyak. Ada yang dari sekitar Solo, bahkan ada yang datang dari Jawa Timur, yang dulunya sebagian tinggal di Dolly.

Namun mereka tidak menetap di lokasi Kemukus dan datang waktu tertentu saja ketika waktu ritual tiba. Biasanya mereka datang berombongan dan menyewa kamar-kamar yang memang disediakan di warung remang-remang.

"Bahkan saat ziarah tiba, banyak PSK dari luar Sragen yang datang ke sini. Mereka berombongan sampai tiga mobil Colt L 300, " ungkapnya.

(Carolina Christina)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya