Polri: Seragam Loreng Brimob Jangan Dipermasalahkan

Bayu Septianto, Jurnalis
Selasa 25 November 2014 17:17 WIB
Share :

JAKARTA - Mabes Polri menyesalkan pernyataan yang menyebut seragam loreng Brimob diduga menyulut emosi anggota TNI.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie menilai pernyataan itu hanya mencari-cari kesalahan Polri.

"Jangan melihat penggunaan seragam loreng sebagai sesuatu yang bermasalah, hanya karena ada pengamat yang berusaha mencari kesalahan di balik penggunaan seragam itu," kata Ronny di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Menurut Ronny, seragam loreng digunakan sesuai dengan kebutuhan. Lanjut Ronny, penggunaan seragam loreng sesuai dengan kajian kondisi alam dan geografis Indonesia.

"Negara kita terdiri dari kepulauan, laut, dan daratan. Di daratan ada pohon dan hutan. Kita tidak selalu bekerja di perumahan penduduk dan perkotaan sehingga seragam itu disesuaikan dengan kondisi alam Indonesia," jelas Ronny.

Ronny mencontohkan polisi Indonesia yang berpartisipasi dalam misi perdamaian di Sudan tidak mengenakan seragam layaknya kondisi alam di Indonesia. Pasukan tersebut menggunakan seragam dengan warna sesuai kondisi alam di Sudan.

"Seragam yang digunakan bukan cokelat atau hitam tapi warna yang sesuai dengan warna padang pasir," tutur Ronny.

Ronny mengatakan unit khusus Polisi Diraja Malaysia yang setara dengan Brimob, General Operations Force, juga mengenakan seragam loreng sejak lama.

"Kami 10 tahun terakhir tak menggunakan loreng pascalepas dari ABRI, lalu sekarang pakai lagi. Begitu saja kok dipermasalahkan," pungkas Ronny.

Sebelumnya, Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan penggunaan seragam loreng merugikan Korps Brimob. Alasannya, loreng begitu identik dengan seragam militer.

Penggunaan seragam loreng, menurut Neta, menunjukan Polri belum bisa sepenuhnya lepas dari sifat militeristik.

Pernyataan tersebut disampaikan Neta pasca penyerangan yang dilakukan aparat TNI ke Markas Brimob Polda Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

Neta juga menduga penggunaan seragam baru tersebut sebagai salah satu pemicu konflik yang menewaskan satu orang prajurit TNI tersebut.

(Tri Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya