Jenazah Ruth Korban AirAsia Diputuskan Tak Segera Dimakamkan

Solichan Arif, Jurnalis
Kamis 08 Januari 2015 22:34 WIB
Jenazah Ruth Korban AirAsia Diputuskan Tak Segera Dimakamkan (Foto: Solichan/Koran Sindo)
Share :

"Yang menemani hanya ayahnya (Soejanto). Sedangkan ibunya terus berada di rumah karena harus istirahat usai operasi," jelas Wiyanto.

Sesuai tradisi Tionghoa, kata Wiyanto, jenazah tidak boleh langsung dibawa ke rumah duka. Ada kepercayaan serupa dengan pamali. Karenanya, walau melintasi wilayah Wlingi, mobil PMI tidak mampir ke rumah duka.

"Kita mengikuti tradisi yang ada. Besok sebelum dimakamkan baru boleh ke rumah duka," terangnya.

Suasana di wisma persemayaman terlihat tenang. Di luar ruangan tampak sejumlah karangan bunga ungkapan bela sungkawa. Diantaranya Bupati Blitar Herry Noegroho, Wakil Bupati Blitar Rijanto dan SMAK Santo Albertus Malang. Tertulis di kertas bahwa Ruth merupakan alumni angkatan 2010-2011 kelas 12 IPA 3.

Meski berduka dan merasa kehilangan, keluarga, kerabat dan kolega mendiang tampak tegar bisa menerima. Diceritakan Wiyanto, selain susunan gigi dan pencocokan DNA orang tua, jenazah Ruth dikenali dari kalung emas berbandul salib yang masih melingkar di lehernya.

Wiyanto sendiri mengaku tidak tahu pasti kondisi jasad keponakanya. Sebab dirinya tidak melihat langsung saat proses identifikasi di Surabaya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya