Warga di sana menurutnya sudah bosan dengan gangguan keamanan yang terus terjadi. Imbasnya sangat banyak, yakni perekonomian yang tidak berjalanan serta ancaman keamanan. Bahkan, korban penembakan bisa berasal dari masyarakat biasa.
"Selama ini perekonomian di sana tidak berjalan bagus. Petani tidak berani ke ladang. Ketika terjadi penangan yang menjadi korban tetap saja petani. Kebun-kebun mereka rusak. Mereka tidak berani keluar rumah," ungkapnya.
"Bahkan baru-baru ini, tiga orang yang jadi sasaran. Padahal mereka cuma petani kecil yang sedang berada di hutan. Mereka jadi korban salah sasaran," pungkasnya.
Seperti diketahui, Kabupaten Poso memang menjadi target operasi pihak kepolisian karena diduga menjadi basis kelompok bersenjata di bawah pimpinan Santoso. Korban berjatuhan tidak hanya dari warga, kelompok bersenjata, tapi juga anggota polisi.
(Risna Nur Rahayu)