“Dan pada sisi lain tindakan ini mencermakan kehormatan institusi KPK. Samad tak layak lagi memimpin KPK,” tukasnya.
Setelah muncul tulisan ‘Rumah Kaca Abraham Samad’ di salah satu media sosial yang menceritakan tentang pertemuan Samad dengan elite PDIP untuk melakukan lobi politik agar dijadikan sebagai cawapres Jokowi, Samad kemudian membantahnya. Menurut Samad, yang ditulis dalam artikel itu adalah fitnah.
Namun, isi tulisan itu justru diakui oleh Plt Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto menuntut Samad jujur mengakui itu, bukan malah menuding sebagai fitnah.
“Tugas saya adalah untuk memberikan kebenaran ketika bapak Abraham Samad mengatakan bahwa cerita di dalam 'rumah kaca' adalah fitnah. Saya tidak ada tendensi dengan persoalan Kapolri karena itu adalah institusi negara. Persoalan Kapolri tidak lagi menjadi persoalan kami, tidak ada kaitannya. Ini lebih sebagai respon karena bapak Abraham Samad mengatakan berita-berita itu adalah fitnah. Saya di sini mengatakan bahwa itu bukanlah fitnah. Itu adalah kebenaran,” beber Hasto.
(Dede Suryana)