Jadi Sopir Mobil Jenazah, Iduy Sempat Ogah Makan Seminggu

Oris Riswan, Jurnalis
Selasa 17 Februari 2015 14:09 WIB
Yudi Rachman alias Iduy (foto: Oris Riswan/Okezone)
Share :

BANDUNG - Jika melihat sosok Yudi Rachman (42) sekarang sebagai sopir mobil jenazah Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, jelas berbeda dibanding saat ia menjalani profesinya itu pada 1999 silam.

Siapa sangka, Iduy (sapaan akrabnya) yang kini seolah tak mengenal rasa takut dan jijik berhadapan langsung dengan jenazah berbagai kondisi, ternyata saat awal pekerjaannya sempat tak bisa makan.

Saat menjalani hari pertamanya, Iduy hanya mengantar jenazah biasa yang meninggal di RSHS karena sakit. Meski awalnya waswas, ia bisa menjalani profesi barunya dengan lancar, yaitu mengantar jenazah hingga rumah duka.

Tapi setelah itu, ia baru menemukan pekerjaan sebenarnya sebagai sopir mobil jenazah. Ia sering melihat jenazah korban kecelakaan atau pembunuhan dari tempat kejadian perkara (TKP). Bukan hanya jadi sopir, ia pun harus mengangkut jenazah itu ke rumah sakit hingga akhirnya ke rumah duka.

Karena banyak melihat jenazah dengan kondisi mengenaskan, Iduy kaget dengan profesinya itu. "Awal-awal itu begitu saya bawa mayat yang busuk, saya enggak makan seminggu, ngopi aja terus," ujar Iduy kepada Okezone.

Rasa mual tak tertahankan dirasakan Iduy saat menemukan jenazah demi demi jenazah dengan kondisi mengenaskan. Kebetulan saat awal bekerja sedang banyak korban pembunuhan dan kecelakaan.

Bau jenazah seolah menempel terus di hidungnya selama seminggu. Meski begitu, semual apapun saat itu ia mengaku tidak pernah muntah.

Tapi lama-lama ia mulai terbiasa. Ia tak lagi mual berhadapan dengan jenazah, bagaimana pun kondisinya. Jenazah seolah jadi pemandangan lumrah yang ia temui tiap hari.

Bahkan kadang, bau busuk jenazah menempel di pakaian yang dikenakannya. Anehnya, bau busuk dari jenazah kini justru jadi penambah nafsu makannya. Setelah mengangkut atau mengantar jenazah, nafsu makannya justru bertambah.

"Sekarang kalau mencium bau busuk, selera makan justru tinggi," ucap Iduy.

Ia sendiri tidak tahu kenapa bau busuk atau kondisi mengenaskan jenazah justru membuat selera makannya bertambah. "Mungkin karena capek atau apa, makanya begitu. Saya sendiri enggak tahu kenapa bisa begitu," katanya.

Bahkan Iduy seringkali tak menyentuh sarapan yang disiapkan istrinya. Ia berdalih, tak berselera makan jika belum mencium bau jenazah.

"Biasanya saya tinggalin. Istri saya suka nganterin sarapan ke sini. Dia sudah tahu. Saya kalau sudah mencium bau jenazah lebih berselera makan," tandasnya.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya