PM Abbott Tanyakan Keuntungan Indonesia dari Hukuman Mati

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 05 Maret 2015 17:40 WIB
PM Abbott pertanyakan keuntungan Indonesia dari hukuman mati (Foto : Reuters)
Share :

SYDNEY - Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott kembali mempertanyakan keputusan Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan hukuman mati kepada dua warga negara Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

PM Abbott mempertanyakan apa keuntungan yang didapat Pemerintah Indonesia dengan mengeksekusi mati para tahanan tersebut.

“Sebagai pemerintah dan sebagai parlemen, kita menginginkan hal-hal yang baik bagi Indonesia, kita berbicara sebagai satu suara baik secara publik maupun privat dalam segala cara yang kita bisa, untuk berusaha menarik kembali dari jurang ini,” kata Abbott kepada parlemen Australia, sebagaimana dikutip kantor berita ABC, Kamis (5/3/2015).

Abbott menghimbau Pemerintah Indonesia untuk melihat nilai-nilai tradisi Indonesia dan tidak hanya melihat keuntungan yang didapat dari eksekusi mati duo Bali Nine tersebut. “Jangan hanya melihat keuntungan terbesar yang bisa Anda dapat, tetapi sadari apa yang menjadi nilai-nilai terbaik Anda,” tambahnya.

Hal senada didengungkan juga oleh pemimpin oposisi Bill Shorten, “Saya mengatakan hukuman mati tidak akan menyelesaikan apapun. Eksekusi kedua pemuda ini tidak menyelesaikan apapun,” kata Bill.

Pemerintah Australia masih terus berusaha melobi Pemerintah Indonesia untuk membatalkan hukuman mati bagi dua warga negaranya, pagi ini, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menawarkan pertukaran tahanan Indonesia yang ditolak Menlu Retno Marsudi.

Presiden Jokowi telah menyatakan bahwa eksekusi mati tahap kedua tidak akan dilakukan minggu ini, namun ia juga menyatakan bahwa ia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melaksanakan eksekusi.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya