Saat diperiksa kembali, pihak yang berwenang menyatakan rekaman tersebut adalah rekaman palsu dan pemandangan Mesir yang terlihat di sana adalah hasil rekayasa. Meski begitu, rekaman video tersebut telah mengundang kritik kepada pihak berwenang Mesir, yang dianggap gagal dalam mencegah pengambilan video nakal itu.
“Kamera pengawas tidak cukup untuk mengamankan situs-situs penting,” kata ahli sejarah Mesir, Bassam al Shamaa kepada Anadalou Agency.
“Barisan keamanan harus disiagakan untuk mencegah kejadian yang merendahkan budaya Mesir. Jika rekaman kamera memastikan pengambilan gambar video tersebut, menteri dan personel yang bertanggung jawab harus mengundurkan diri,” lanjutnya.
Sampai saat ini penyelidikan atas peristiwa tersebut masih dilakukan oleh pihak yang berwenang.
(Hendra Mujiraharja)