"Kami masih menyelidiki, sampai sekarang belum ada berita dari sana (interpol Turki) apakah mereka menyeberang ke ISIS," ujarnya.
Selain itu, menurutnya, dokumen perjalanan 16 WNI tersebut resmi dan tidak ada indikasi pasport palsu. Merujuk penyelidikan interpol, Indonesia maupun Turki hingga saat ini belum mendapatkan perkembangan di mana 16 WNI itu berada.
"Belum ada perkembangan, kita tunggu saja laporannya," tutupnya.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))