Namun, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu enggan membeberkan secara detil asal usul batu permata kesayangannya yang memiliki tingkat kekerasannya berkisar antara 7-8 skala mohs itu.
"Pokoknya, batu itu pas ane masih muda. Nih dia (sambil menunjuk ke arah Tirta, putra kedua Haji Lulung-red) belum lahir. Dulu ane beli harganya Rp150 ribuan," ucap Lulung bangga.
Tidak hanya itu, Lulung juga memamerkan batu koleksinya, seperti Batu Badar Emas yang dipatok dengan harga Rp250 ribu. Tokoh Betawi ini juga memerlihatkan Batu Getah Katilayu dan Giok (Jade) yang belakangan paling diburu para kolektor batu.
"Nah, kalau yang ini, dari kayu dulunya (fosil kayu yang kemudian membatu-red). Namanya Getah Katilayu, dikasih teman," tandasnya.
(Rizka Diputra)