Menghilangnya Putin selama sepekan ini menimbulkan banyak spekulasi. Kesehatannya dikabarkan menurun akibat tekanan-tekanan yang ditujukan pada dirinya dan Rusia berapa bulan belakangan. Rusia sedang berada di ambang krisis ekonomi dan mendapat tekanan dari negara-negara barat atas keterlibatannya di krisis Ukraina. Sang Presiden juga dituduh menjadi dalang pembunuhan pemimpin oposisi Boris Nemtsov di Kremlin bulan lalu. Muncul juga dugaan Putin merasa nyawanya terancam sejak pembunuhan Nemtsov.
“Mungkin dia takut. Karena jika hal itu (pembunuhan Nemtsov) bisa terjadi di Kremlin, maka mungkin juga hal yang sama bisa terjadi pada iring-iringan kepresidenan,” kata pengacara Boris Nemtsov seperti dikutip Mirror, Jumat (13/3/2015).
Juru Bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, telah membantah semua dugaan tersebut. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semua baik-baik saja,” kata Peskov tanpa menjelaskan alasan mengenai menghilangnya sang presiden.
Beberapa foto kemunculan Putin pascapertemuan dengan Perdana Menteri Italia pada 5 Maret telah diumumkan ke publik, namun banyak yang meragukan foto tersebut diambil pada waktu yang disebutkan. Banyak yang meyakini foto-foto tersebut diambil sebelum 5 Maret dan disebarkan setelahnya sebagai upaya Pemerintah Rusia menutupi-nutupi kondisi Putin sebenarnya.
(Hendra Mujiraharja)