MOSKOW – Pemimpin Rusia Vladimir Putin telah menghilang sepekan terakhir. Menghilangnya Putin diduga akibat kesehatannya yang memburuk, karena banyak tekanan politik kepada dirinya.
Telah diketahui publik, pemegang sabuk hitam dalam karate itu memiliki citra sebagai sosok yang kuat. Hal ini terlihat dengan beberapa fotonya yang terlihat berada di alam liar dan berenang di sungai. Putin juga dikenal yang gemar muncul di setiap kesempatan.
Presiden Putin dilaporkan telah membatalkan pertemuannya dengan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayez dan pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko pada Senin 11 Maret. Pria 62 tahun itu juga tidak menghadiri pertemuan dengan dinas intelijen Rusia FSB pada Kamis 12 Maret. Mantan anggota dinas rahasia Soviet KGB tersebut terakhir terlihat pada 5 Maret, saat bertemu Perdana Menteri Italia Matteo Renzi.
Menghilangnya Putin selama sepekan ini menimbulkan banyak spekulasi. Kesehatannya dikabarkan menurun akibat tekanan-tekanan yang ditujukan pada dirinya dan Rusia berapa bulan belakangan. Rusia sedang berada di ambang krisis ekonomi dan mendapat tekanan dari negara-negara barat atas keterlibatannya di krisis Ukraina. Sang Presiden juga dituduh menjadi dalang pembunuhan pemimpin oposisi Boris Nemtsov di Kremlin bulan lalu. Muncul juga dugaan Putin merasa nyawanya terancam sejak pembunuhan Nemtsov.
“Mungkin dia takut. Karena jika hal itu (pembunuhan Nemtsov) bisa terjadi di Kremlin, maka mungkin juga hal yang sama bisa terjadi pada iring-iringan kepresidenan,” kata pengacara Boris Nemtsov seperti dikutip Mirror, Jumat (13/3/2015).
Juru Bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, telah membantah semua dugaan tersebut. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semua baik-baik saja,” kata Peskov tanpa menjelaskan alasan mengenai menghilangnya sang presiden.
Beberapa foto kemunculan Putin pascapertemuan dengan Perdana Menteri Italia pada 5 Maret telah diumumkan ke publik, namun banyak yang meragukan foto tersebut diambil pada waktu yang disebutkan. Banyak yang meyakini foto-foto tersebut diambil sebelum 5 Maret dan disebarkan setelahnya sebagai upaya Pemerintah Rusia menutupi-nutupi kondisi Putin sebenarnya.
(Hendra Mujiraharja)