Kata dia, kisruh draf APBD 2015 yang selama ini masih membelit sangat mudah diselesaikan, yaitu dengan proses komunikasi. Namun, dia menyayangkan sikap Ahok yang tidak mau melakukan mediasi dengan DPRD. "Hal itu yang membuat publik bertanya, ada apa dibalik begal APBD dan dana siluman," tegasnya.
Dia juga menanyakan, apakah hak angket yang digulirkan oleh DPRD DKI hanya sebuah pengalihan isu proyek di DKI. "Siapakah orang-orang yang duduk menjadi komisaris atau badan pengawas BUMD di DKI, adakah orang-orang pengusaha itu duduk di sana?," tanyanya.
Ghea menduga, mantan Bupati Belitung Timur itu mengiring opini publik dengan pernyataannya yang keras di media massa. "Bagaimana dengan pendidikan moral dengan anak-anak kita, adik-adik kita yang menonton mendengar melihat seorang pejabat berkata yang tidak patut dan meresahkan," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )