MOSKOW - Rusia telah mempersiapkan senjata nuklirnya dan tidak segan-segan untuk menggunakannya dalam jika diperlukan dalam situasi krisis. Hal itu dijelaskan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah wawancara di sebuah program televisi untuk memperingati satu tahun aneksasi Rusia atas Krimea yang disiarkan stasiun televisi Rosiya One, pada Minggu 15 Maret malam.
Dalam wawancara tersebut, Putin menuduh Amerika Serikat (AS) sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kudeta yang menjatuhkan mantan Presiden Ukraina Viktor Yanukovich dari tampuk kekuasaan Februari 2014.
Presiden Rusia itu menganggap pihak Washington, berusaha meyakinkan dunia bahwa pergantian kekuasaan di Ukraina adalah sesuatu yang didukung oleh negara-negara Eropa. Dia juga menuding AS merancang dan mendorong terjadinya krisis di Ukraina.
“Mereka membantu melatih pasukan nasionalis, mempersenjatai kelompok-kelompok di Ukraina Barat, di Polandia, dan di Lituania. Mereka membantu terjadinya kudeta tersebut,” demikian terjemahan wawancara yang dikutip The Independent, Senin (16/3/2015).