SEMASA menjabat sebagai perdana menteri, Lee Kuan Yew berhasil menjadikan Singapura menjadi sebuah kekuatan ekonomi dunia. Kemajuan ini tidak lepas dari kebijakan-kebijakannya, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, maupun militer.
Namun, beberapa kebijakan pendiri People Action Party (PAP) Singapura tersebut mengundang kontroversi. Dia juga dikenal sebagi sosok yang tidak kenal kompromi terhadap orang-orang yang tidak setuju dengan pandangannya. Lee Kuan Yew sendiri mengakui hal ini dalam buku ‘Hard Truth to Keep Singapore Going’.
Berikut ini beberapa hal kontroversial dari figur pemimpin Singapura abad ke-20 itu, menurut laporan Mustshare News.
1. Cold Store Operation
Cold Store Operation dilakukan pada 2 Februari 1963 untuk menyingkirkan orang-orang yang dianggap mendukung paham komunis. Pada peristiwa tersebut, pihak keamanan Singapura menangkap dan menahan 111 aktivis sayap kiri dengan alasan mencegah upaya komunis menciptakan kekacauan di Singapura dan Malaysia.
Upaya ini dituding sebagai kedok untuk menyingkirkan tokoh-tokoh dari partai oposisi Barisan Sosialis. Beberapa tokoh partai tersebut termasuk orang-orang yang ditahan oleh Pemerintah Singapura ketika itu.
Tuduhan ini dibantah oleh PM Singapura Lee Hsien Loong yang mengatakan bahwa Partai Barisan Sosialis memang dibentuk dengan bantuan Partai Komunis Malaysia (CPM), dan pemimpinnya Lim Chin Siong memang seorang komunis.
2. Pengawasan terhadap media Singapura