SOLO - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Islam Menolak ISIS menggelar aksi teatrikal di Tugu Titik Nol depan Kantor Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (23/3/2015).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menggambarkan kekejaman tentara ISIS serta tipu dayanya dalam merekrut anggota. Tak hanya iming-iming gaji tinggi, kedok Islam pun dipakai untuk meyakinkan simpatisan agar tertarik bergabung.
Koordinator aksi, Mubarok Hasan, mengatakan, aksi tersebut sengaja digelar agar masyarakat sadar akan bahaya ISIS. Massa juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tertarik dengan tipu daya ISIS.
"ISIS bukanlah perwujudan dari Islam, justru ISIS telah mencoreng syariat Islam. Melalui teatrikal ini, kami mengingatkan para WNI yang bergabung dengan ISIS bisa saja mereka akan mengalami siksaan dari tentara ISIS," paparnya.
Menurut Mubarok Hasan, kegiatan ISIS yang mengatasnamakan dakwah Islam merupakan gerakan yang salah dalam agama Islam. "Islam tidak mengenal kekerasan. Para pengikut ISIS melukai dan mencoreng nilai-nilai Islam yang diajarkan oleh Rasul," jelasnya.
Selain menggelar teatrikal serta membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap ISIS, mereka pun membagi-bagikan bunga mawar hitam bagi para pengguna jalan. Mawar hitam sebagai simbol Islam yang semula diibaratkan sebagai mawar putih berubah warna menjadi mawar hitam dengan adanya ISIS.
"Kami minta pemerintah untuk memperketat lebih para warganya yang memang akan ke luar negaranya. Baik yang akan berkunjung atau sekadar jalan-jalan. Jadi untuk menolak ISIS tidak hanya warganya, namun dari pemerintah pun harus juga memperketat. Sehingga, tidak ada lagi celah untuk ISIS merekut WNI," pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)