Mantan Vokalis Dr PM Lelang Kumis untuk Bangun Jembatan

Billy Maulana Finkran, Jurnalis
Rabu 25 Maret 2015 02:30 WIB
Mantan Vokalis Dr PM Lelang Kumis untuk Bangun Jembatan (Foto: Ilustrasi)
Share :

LEBAK - Minimnya perhatian pemerintah terhadap Jembatan Ciberang, Kabupaten Lebak, Banten, merangsang mantan vokalis band Dr PM, Erwin Moron untuk membuat sindiran. Kali ini, bukan dengan aksi pengumpulan koin, melainkan melelang jenggot dan kumis guna membangun jembatan yang pernah menenggelamkan 45 siswa SD itu.

Erwin mengaku nekat melelang jenggot dan kumisnya lantaran kagum melihat kegigihan para siswa yang terpaksa menyeberangi jembatan gantung. Jembatan yang menghubungkan Desa Sindai, Kecamatan Sajira dengan Desa Pasiar Eurih itu merupakan satu-satunya akses jalan untuk menimba ilmu menuju sekolah mereka.

"Perbaikan tidak pernah dilakukan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, saya tergerak untuk membantu semangat para siswa sekolah yang sebelum sekolah harus menghadapi rintangan terjal," jelas Erwin saat ditemui awak media, Selasa (24/3/2015).

Bersama seniman Bandung lainnya, Erwin mengajak fans, masyarakat, dan penggiat kemanusiaan untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan materi untuk memperbaiki jembatan tersebut. Aksi lelang jenggot dan kumis yang digelar 20 maret hingga 20 April 2015 ini digelar melalui akun media sosial dan blog pribadinya. Hingga saat ini, Erwin mengatakan mengumpulkan dana sekira Rp6 juta.

"Ini sudah mendapat respon dari berbagai elemen masyarakat mulai dari orang tua hingga anak-anak yang ingin membantu teman-teman untuk bersekolah dengan mengorbankan celengannya. Saat ini dana yang telah terkumpul sudah mencapai Rp6 juta lebih," imbuhnya.

Bagi relawan yang berminat untuk bergabung, kata Erwin, bisa melakukan penawaran yang melalui media sosial twitter di @erwinmadmoron, atau bisa juga melalui media Phat Erwin Moron, dan Instagram erwinmoron serta blog www.bdgnuaing.blogspot.com.

"Bisa dari pesan singkat melalui nomor 081222205753," sambungnya.

Sementara itu, seniman Agus Bebeng mengaku, juga melakukan aksi penggalangan dana untuk perbaikan jembatan tersebut. Aksi tersebut juga telah dilakukan dengan turun ke jalan dan menghadiri berbagai gelaran di Kota Bandung.

"Salah satunya event car free day, setelah terkumpul nantinya donasi bantuan tersebut akan diberikan langsung kepada pemuka adat agar bisa dikerjakan secara gotong royong oleh warga desa sekitar," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada 10 Maret 2015, sedikitnya 45 siswa Sekolah Dasar tercebur ke Sungai Ciberang saat menyebrangi jembatan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

 

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya