"Soal keahlian khusus kami tidak tahu. Yang jelas salah satunya adalah orang yang terlatih, saya tidak bisa menyebutkan lebih detail. Yang jelas orang terlatih di daerah jaringan Aceh," ujarnya kepada wartawan di Gedung BNN, Jalan MT Haryono Cawang, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2015).
Slamet menambahkan, salah satu orang yang terlatih tersebut diketahui merupakan orang yang memiliki kemampuan militer mengingat dari latar belakangnya yang terlibat jaringan radikal di Aceh.
"Semi militer mantan-mantan yang dulu dari jaringan Aceh," ujarnya.