Masing-masing batu akik diikat oleh logam titanium berukir. Corak pancawarnanya bergambar mirip pemandangan di pantai, pegunungan dan awan, corak batang kayu, hingga lukisan abstrak.
"Selain itu juga, liontin batu akik ini dilengkapi dengan sertifikat yang dikeluarkan langsung oleh ahli geologi dari Bandung, Ir Sujatmiko. Dalam sertifikat itu akan disebutkan mengenai asal usul batu liontin," ujarnya.
Bahan yang dijadikan liontin berasal dari bongkahan batu seberat 60 kg. Batu tersebut merupakan hasil galian 2011 dari Gunung Kencana, Kecamatan Caringin.
Batu tersebut dibeli dari penggali sebesar Rp5 juta per kg atau totalnya sekitar Rp300 juta. Menurut Yudi, batu liontin ini diberikan dalam bentuk hibah.
"Kami ikhlas memberikannya. Tapi kalau dijual harganya Rp15 juta per keping," tandasnya. (Sindonews)
(Susi Fatimah)