DEPOK - Polresta Depok masih menyelidiki kasus tertangkapnya dokter gadungan yang bernama Ayu. “Dokter” Ayu ditangkap karena dilaporkan oleh salah satu dokter di Klinik dr Syaiful di Jalan KH Abdul Rahman Nomor 48, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok.
“Kami masih menyelidiki kasus ini, yang bersangkutan mengaku telah praktek di enam klinik, dan terakhir di klinik yang ada di Pondok Terong, Depok,” tegas Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho, Selasa (26/5/2015).
Pemilik klinik, dr Muhammad Syaifullah Yusuf mengungkapkan seluruh kronologis sekaligus klarifikasi terkait penangkapan Dokter Ayu. Penunjukan Dokter Ayu sebetulnya berawal atas musibah yang dialaminya pada 16 April 2015 karena mengalami serangan jantung dan harus menjalani operasi.
“Saya awalnya pertama kali dapat musibah sakit. Serangan jantung dan harus dioperasi. Setelah operasi enggak bisa praktek, namun namanya saya dirawat di RS butuh biaya besar. Akhirnya saya menyuruh adik kelas saya di Universitas Yarsi yakni Dokter Diana untuk menjaga praktek di klinik saya. Saya kasih mandat yang di sini,” katanya, Selasa (26/5/2015).
Namun suatu hari, Dokter Diana berhalangan hadir dan menunjuk orang lain untuk menggantikannya tanpa berkoordinasi dengan Syaiful. Menurut Syaiful, Dokter Diana yang memiliki grup WhatsApp gabungan para dokter, menyebar informasi bahwa membutuhkan dokter pengganti di klinik tersebut.
“Akhirnya dia punya grup WA kumpulan dokter. Ada yang butuh dokter nih di klinik ini. Begitu di share, menyahut lah si Dokter Ayu. Jaga di sini sampai enam kali. Namun ternyata sudah jalan 1-2 kali, di grup WA berkembang cerita katanya Dokter Ayu bukan dokter. Saya enggak tahu dan enggak dikasih tahu. Lagi sakit serius lah. Sudah berkembang cerita dan saya pun enggak masuk di grup WA yang beranggotakan 90 orang itu,” katanya.
Namun para dokter di grup tersebut rupanya merencanakan sesuatu untuk menjebak dan mengkonfirmasi kebenaran hal itu dengan langsung bertanya kepada Dokter Ayu. Saat didesak, Ayu mengakui bahwa ia bukan dokter dan tak bisa menunjukan legalitas.
“Ketemulah, dokter Diana bersama dua dokter lainnya dengan Dokter Ayu, akhirnya mengaku bukan dokter. Namun sebenarnya kasus ini mau kami mediasi internal saja lewat IDI dan Dinas Kesehatan. Pihak IDI juga menyesalkan langsung diselesaikan ke polisi. Langsung ke Polres karena dari tim grup WA ada yang lapor ke polisi. Jadinya seperti ini nama baik klinik saya kebawa-bawa,” tegasnya.
Tak hanya itu, selain memalsukan identitasnya di grup WA, Ayu yang mengaku dokter ini juga memalsukan identitas di situs jejaring sosial Facebook. Bahkan Ayu menjadi pengelola admin grup WA tersebut.
“Bagaimana dia bisa mengumpulkan para dokter di grup itu juga saya kurang tahu, itu sesuai penyelidikan polisi saja. Di FB dia pakai nama dr Nilam Kafka, selain itu foto dia di WA sama aslinya itu berbeda. Kurang lebih selama praktek di sini ada 30 pasien yang ia tangani,” jelas Syaiful.
(Muhammad Saifullah )