JAKARTA - Menteri Pariwisata Arief Yahya tak mau ambil pusing ihwal isu menggunakan ijazah palsu. Apalagi sampai menuding ada pihak-pihak tertentu yang tengah berupaya menjatuhkannya.
"Saya selalu berpikir positive thingking saja," jelas Arief Yahya kepada Okezone di Jakarta, Rabu (3/6/2015).
"Saya tidak mau berpikiran apapun, yang pasti setelah saya berbicara soal klarifikasi ijazah, saya tak ingin membahasnya lagi," imbuhnya.
Dia menegaskan tak perlu berbicara lebih banyak lagi sebab data yang ada sudah menjawab segela macam tudingan. Ijazah S1-nya didapat dari Institut Teknologi Bandung jurusan teknik elektro, kemudian S2 di University Surrey di London jurusan telematics, dan terakhir S3 di Universitas Padjajaran.
"Ketiganya saya lulus cumlaude, jadi bagaimana mungkin saya dibilang memiliki ijazah palsu," tutupnya.
Sekedar informasi, pekan lalu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir melakukan sidak ke kampus Universitas Berkley Jakarta. Kampus tersebut merupakan cabang dari University of Berkley Michigan yang dikelola bersama Lembaga Manajemen Internasional Indonesia (LMII) yang mencantumkan nama Arief Yahya sebagai alumni.
Tercantumnya nama Arief Yahya, diketahui setelah LMII memublikasikan daftar alumni yang meraih gelar PhD dari kampus tersebut. Selain Arief, ada nama anggota DPR Komarudin Watubun dan pejabat publik lainnya.
(Muhammad Saifullah )