LEBAK - Habitat lutung ekor panjang (langur atau spesies monyet) di Kabupaten Lebak, Banten, terancam punah jika pembangunan Waduk Karian direalisasikan pemerintah.
"Kami berharap habitat lutung yang berkembang di kawasan hutan di sekitar Sungai Ciberang dapat dilestarikan," kata Komarudin, seorang pencinta binatang langka warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.
Dia mengatakan, selama ini kehidupan lutung berkembang di sekitar pohon-pohon besar di sekitar aliran Sungai Ciberang. Sebab populasi lutung ekor panjang berada di Kecamatan Sajira yang lokasinya terkena pembangunan Waduk Karian. Karena itu, pihaknya berharap nasib mereka tidak terancam dan perlu adanya perlindungan ekosistem di habitatnya.
Pembangunan waduk itu dipastikan kehidupan mereka terganggu. Saat ini, populasi lutung hanya berkembang di pohon-pohon besar di sekitar Sungai Ciberang karena banyak masyarakat yang membuka hutan-hutan dijadikan lokasi ladang. Dengan begitu, ujar dia, kehidupan satwa primata itu terancam kelaparan.
"Saya kira lutung berwarna hitam-hitam itu kini tinggal di habitatnya di sekitar pohon besar di bantaran sungai Ciberang karena kawasan hutan berubah menjadi ladang," katanya.
Dia menyebutkan, saat ini diperkirakan populasi lutung ekor panjang antara 500-700 ekor tersebar di Desa Maraya, Sindang Sari, Pajagan, Calungbungur, dan Mekarsari, Kecamatan Sajira. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau pemerintah memberikan kepedulian terhadap lutung-lutung tersebut.