Kontak terakhir keluarga dengan Kopda Dani adalah menjelang memasuki bulan suci Ramadan. Waktu itu, Kopda Dani menelefon dari Pekanbaru. Sedangkan pertemuan terakhir terjadi saat korban pulang kampung pada Lebaran tahun 2013.
Sudah menjadi kebiasaan Dani, setiap menjelang Ramadan dan akan melakukan perjalanan tugas selalu menelefon ibunya dan anggota keluarga lain untuk meminta maaf.
"Setiap menjelang berangkat tugas ke mana saja, Dani selalu telefon untuk meminta doa keselamatan dalam bertugas. Tapi kali ini dia tidak menelefon," katanya.
Ia juga sama sekali tidak memiliki firasat akan terjadinya kecelakaan pesawat jatuh yang merenggut anak lelakinya. Kini, keluarga di Kabupaten Madiun terus memantau perkembangan kabar tentang Kopda Dani Setiyo Wahyudi melalui media massa televisi.
Pihak keluarga berharap, jasad Kopda Dani segera teridentifikasi dan dipulangkan ke kampung halaman.