JAKARTA - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015, ada dugaan calon petahana menahan realisasi anggaran untuk menaikkan elektabilitas. Hal ini berdampak pada rendahnya penyerapan anggaran sampai 30 Juni 2015.
"Serentaknya di akhir. Dia (petahana) akan tunda semua, karena ini bisa digunakan sebagai alat politik," ujar pakar ekonomi Hendri Saparini beberapa waktu lalu.
Dalam kontestasi baik pemilu dan pilkada dikenal adanya election budget. Hal ini sebagai salah satu faktor untuk dapat memenangkan kontestasi.
"Jangan kita bicara hanya APBD, APBN juga begitu. Misalnya saja raskin (beras miskin) itu baru dikeluarkan jelang pemilu," tuturnya.