Reaksi keras justru muncul dari kalangan aktivis, analis dan jurnalis negara kerajaan tersebut. Beberapa reaksi tersebut menyalahkan sekutu Arab Saudi, AS yang melakukan pembicaraan dengan Iran.
“Iran membuat kekacauan di dunia Arab yang akan semakin besar setelah kesepakatan ini. Negara-negara GCC (Gulf Cooperation Council/Dewan Kerjasama Teluk) sebaiknya mengurangi kepercayaan mereka pada AS dan mengalihkan fokus ke Rusia atau China,” kata anchor stasiun televisi Arab Saudi Mohammed Al Mohya.
Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh aktivis Islam Sunni Mohsen Al Awaji yang mengatakan bahwa AS hanya mengikuti kepentingannya sendiri, dan Pemerintahan Obama saat ini hanya mellhat pada Iran.
Selama pembicaraan program nuklir, baik Presiden AS Barack Obama maupun Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah berusaha meyakinkan negera-negara Teluk bahwa kepentingan mereka tidak akan terancam. Akan tetapi, tampaknya pendekatan kedua pejabat tinggi AS itu belum berhasil mencapai hasil yang diinginkan.
(Hendra Mujiraharja)