Menlu Jerman, Prancis & Inggris Bahas Program Nuklir Iran

Agregasi VOA, · Selasa 24 November 2020 06:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 18 2314892 menlu-jerman-prancis-inggris-bahas-program-nuklir-iran-qsEmyNPhR3.jpg 3 menlu eropa membahas perjanjian nuklin Iran (Foto : Reuters)

Berlin - Menteri luar negeri Jerman, Perancis, dan Inggris bertemu untuk membahas masa depan perjanjian internasional mengenai program nuklir Iran pada, Senin 23 November. Kementerian Luar Negeri Jerman berharap pemerintahan AS mendatang bisa membantu menstabilkan perjanjian tersebut.

Untuk diketahui, Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran pada 2018 dan menjatuhkan sanksi ekonomi yang melumpuhkan terhadap Iran. Iran menanggapinya dengan secara terbuka mengabaikan pembatasan nuklir dalam perjanjian tersebut.

Jerman, Perancis, dan Inggris telah memimpin upaya untuk mempertahankan perjanjian Nuklir Iran tahun 2015 ini, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Andrea Sasse, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman mendesak Iran agar menghentikan pelanggarannya.

"Dalam pandangan kami, Iran secara sistematis melanggar JCPOA. Bersama mitra kami, khususnya tentu mitra Eropa kami mendesak Iran untuk menghentikan pelanggaran JCPOA ini dan melanjutkan kepatuhannya secara penuh dengan semua kewajiban teknis nuklir. Pertemuan itu juga akan membahas program rudal dan peran regional Iran," tuturnya.

Rusia dan China tetap bergabung dalam perjanjian itu. Presiden terpilih Joe Biden berharap bisa mengembalikan AS pada perjanjian itu sementara Iran setuju untuk membatasi kegiatan nuklirnya asalkan sanksi internasional dicabut.

Pertemuan di sebuah wisma tamu pemerintah di Berlin itu bertujuan membahas pendekatan lebih lanjut yang melibatkan semua penandatangan JCPOA.

Baca Juga : Tim Transisi Biden Kesulitan Mengakses Data Resmi Covid-19

"Ketiga menteri luar negeri hari ini akan membahas seperti apa pendekatan lebih lanjut yang melibatkan semua penandatangan JCPOA, dan mungkin juga dengan pemerintahan baru AS. Kami yakin pendekatan konstruktif AS terhadap perjanjian nuklir Wina secara signifikan bisa berkontribusi memecahkan dampak negatif saat ini yang kita saksikan dengan Iran, dan membuka prospek baru kebersinambungan JCPOA," kata Andrea Sasse.

Ia menambahkan pertemuan ketiga menteri ini akan mengarah pada prospek baru untuk kelangsungan JCPOA dan juga akan membahas program rudal Iran dan peran regional yang lebih luas, masalah yang tidak tercakup dalam perjanjian nuklir itu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini